Jadi anak zaman now seenggaknya bikin kita sadar kalau seiring perkembangan teknologi, seluruh hal bisa dilakuin melalui online. Mau pesen makanan via online, belanja via online, kerja via online, sampe belanja pun via online. Jadilah semuanya serba online.. ya kan?

Ada kalanya, hal-hal seperti itu memang membantu sih. Tapi sampai kapan kita hanya menjadi penonton dan duduk manis menggunakan segala kemudahan di era digital yang serba canggih ini? Soalnya nih, sebaik-baiknya manusia itu bisa baca peluang dan ngambil kesempatan buat bikin terobosan baru.

bisnis mimpi uang

Katakanlah, karena semua bisa dijangkau melalui online, maka kita bisa bikin bisnis online kecil-kecilan. Kita bisa mencari uang dan mengumpulkan modal melalui online dengan cara bekerja pada perusahaan start-up atau mengikuti perekrutan kerja online. But, ngomong-ngomong soal perekrutan kerja online, kamu tahu nggak kalau ada yang namanya bisnis online dan bisnis jual mimpi?

Dua-duanya memang kelihatan sama, tetapi punya hasil, kualitas dan sistem kerja yang beda banget. Bahkan bisa dibilang ada unsur menipu dalam bisnis jual mimpi. Nah, biar nggak ketipu dengan bisnis sejenis itu, kamu perlu tahu cara membedakan keduanya.

1. Dari segi cara kerja

Bisnis online lebih mengutamakan sistem kerja yang transparan, konsisten, dan nggak memaksa sedikit pun, tetapi memang ada target tertentu oleh sebuah perusahaan. Biasanya sih kalau jadi pebisnis online itu harus siap bersaing dan tahan banting dengan para pembeli gitu. Apalagi yang kerjaannya PHP (pemberi harapan palsu).

Sedangkan bisnis jual mimpi itu biasanya suka ngasih iming-iming bakal kaya raya dalam sekejap, sukses tanpa modal, dan banyak ngeluarin pengorbanan. Bahkan paling parah ada yang disuruh menggadaikan barang-barangnya dengan alasan bakal dapet imbalan dua kali lipat. Kok enak banget ya kesannya? Namanya juga bisnis jual mimpi, yang dijual ya mimpi aja!

2. Desain dan konten dalam website

Bisnis online yang profesional, meskipun baru dirintis biasanya nggak bakal tanggung-tanggung, dibuat sebagus mungkin. Sampe orang bakal tertarik buat buka lalu baca dan rasa pengen tahunya muncul. Selain itu, bisnis online biasanya minim memberikan janji atau promo besar-besaran buat anggota yang mau bergabung karena dasar mereka memang pure ‘membentuk’ orang sukses secara mandiri.

Beda banget nih sama bisnis jual mimpi yang desain dan konten website-nya asal-asalan. Bahkan isinya cuma iklan doang! Udah gitu, biasanya juga nggak pake domain premium TLD karena memang sengaja dibuat hanya untuk meyakinkan calon anggota aja. Ya, lebih gampangnya, buat nipu calon anggota mereka gitu deh!

bisnis jual mimpi

3. Ada ‘downline

Wah, kamu pasti pernah denger istilah downline kan? Nah, bisnis jual mimpi juga sarat banget sama istilah ini. Jadi, kamu bakal direkrut, terus kalau kamu berhasil merekrut orang lain, keuntungan kamu bakal bertambah. Tentu aja hal-hal seperti ini sifatnya merugikan dan seharusnya nggak diizinin dalam hukum jual beli.

Sementara di dunia bisnis online secara konkrit nggak perlu menggunakan downline karena keuntungan yang diperoleh memang asli didapetin dari penjualan produk dan jasa. Jadi semua pekerja kedudukannya sama, cuma bedanya berapa banyak pelanggan yang beli produk mereka aja.

4. Biaya pendaftaran

Mau cari kerja kok malah disuruh bayar? Kalau kamu nemuin aturan kayak gitu, maka bolehlah dicek dulu karena biasanya bisnis jualan mimpi memang suka ngasih persyaratan biaya pendaftaran. Setelah itu, nggak ada bimbingan khusus gimana caranya berjualan supaya jadi orang sukses, melainkan hanya pemberitahuan singkat biar bisa laku.

Ketentuan seperti itu nggak bakal kamu temuin dalam bisnis online. Soalnya ya, bisnis online itu prospeknya jelas, bahkan para anggota punya kesempatan buat dibimbing dan diajak melangkah sukses bersama oleh owner-nya.

Karena bisnis jual mimpi zaman sekarang ngebet banget nyamain bisnis online terpercaya, maka kamu harus hati-hati! Jangan sampe mau jadi orang sukses di dunia online malah kena tipu.