Anna

Peluang Bisnis Follower dan Media Sosial

Media sosial belakangan ini menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Mulai dari fungsinya untuk menjalin kehidupan bersosial di dunia maya hingga menggunakannya untuk peluang bisnis.

Beragam akun media sosial pun kini dibuat sesuai kepentingan pemakainya. Mulai dari tokoh publik yang menjadikan media sosial sebagai alat membangun reputasi dan meraih simpatisan massa. Hingga akun para pebisnis yang menjadikan media sosial sebagai channel lain dari lapak dagangan mereka. Dengan jumlah follower yang banyak, tentunya akun media sosial akan semakin terlihat terpecaya, punya pengaruh yang lebih luas hingga berpeluang meningkatkan konversi penjualan.

bisnis follower dan sosial media

Peluang Bisnis Follower Media Sosial di Indonesia

Di Indonesia sendiri berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2015, jumlah pengguna media sosial dengan rating terbesar diraih oleh Facebook yang kemudian disusul oleh . Instagram, Twitter dan Youtube. Belakangan ini, fenomena pengguna Instagram meroket tajam. Instagram atau biasa yang kita sebut dengan IG, tidak lagi menjadi tempat sekedar berbagi foto namun juga menjadi peluang bisnis yang sangat potensial.

Para pelaku bisnis yang menggunakan media sosial tentunya perlu memperbanyak jumlah follower untuk meningkatkan target market mereka. Karena jumlah follower  berpengaruh pada kredibilitas (tadinya) yang tentu saja berakibat pada naiknya konversi penjualan. Jadi, bisa diartikan bahwa follower menjadi kebutuhan pokok bagi pelaku bisnis yang menggunakan channel media sosial. Ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi penyedia jasa follower di media sosial. Bagi Anda yang baru mulai berkecimpung dalam bisnis follower di media sosial, beberapa tips di bawah ini perlu Anda simak agar bisnis Anda makin berkembang.

  1. Miliki Nilai Lebih

Nilai lebih menjadi alasan mengapa klienharus memilih jasa yang Anda tawarkan daripada yang lain. Berikan nilai lebih yang dibutuhkan klienAnda dalam bentuk apapun, misalnya berupa fitur yang lebih lengkap atau canggih. Atau layanan yang ramah dan siap 24 jam bisa Anda terapkan sebagai value yang Anda miliki.

  1. Terpercaya

Sebagai pelaku bisnis follower di media sosial, Anda harus terlihat meyakinkan serta terpecaya. Hal ini bisa terlihat dari klien yang puas karena telah memesan pada Anda. Testimoni biasanya menjadi senjata ampuh untuk menaikkan kredibilitas seorang penjual.

  1. Pastikan Keamanan Pengguna Jasa

Terlepas dari apapun tujuan klien menambah follower, baik untuk meningkatkan kredibilitas tokoh publik maupun perluasan pasar pelaku bisnis online, sebagai penyedia jasa Anda keamanan akun klienmerupakan hal yang krusial untuk digaransi. Password atau data rahasia akun klien tidak boleh diminta. Hindari resiko sebagai penjual sehingga bila suatu saat akun dihack, itu murni bukan kesalahan kita. Penyedia jasa follower hanya membutuhkan username atau link akun untuk kepentingan penambahan follower pesanan klien.

contoh bisnis follower instagram

  1. Proses yang Mudah

Persingkat proses dan permudah cara pemesanan sehingga klien merasa nyaman dan tenang ketika memesan. Jika biasanya proses pemesanan dilakukan melalui website, beri bantuan kepada klien yang merasa kesulitan memesan dengan memberikan pemesanan manual. Kemudahan ini tidak lain sebagai bentuk pelayanan optimal kepada klien.

  1. Hasil yang Cepat

Bisnis follower merupakan dampak dari perkembangan teknologi yang bergerak dengan cepat. Dengan demikian, klien pun membutuhkan jasa Anda secepat mungkin. Pastikan waktu pelayanan terbaik Anda sehingga klien bisa mempertimbangkan jadi tidaknya memesan. Untuk memudahkan mengecek hasil, Anda bisa menambahkan menu cek status pengerjaan yang bisa dilakukan oleh klien sendiri.

Bisnis follower bukanlah bisnis yang bersifat abadi. Selagi masih tren, maka manfaatkan sebaik mungkin.

Cara Membedakan Bisnis Online dan Bisnis Jual Mimpi

Jadi anak zaman now seenggaknya bikin kita sadar kalau seiring perkembangan teknologi, seluruh hal bisa dilakuin melalui online. Mau pesen makanan via online, belanja via online, kerja via online, sampe belanja pun via online. Jadilah semuanya serba online.. ya kan?

Ada kalanya, hal-hal seperti itu memang membantu sih. Tapi sampai kapan kita hanya menjadi penonton dan duduk manis menggunakan segala kemudahan di era digital yang serba canggih ini? Soalnya nih, sebaik-baiknya manusia itu bisa baca peluang dan ngambil kesempatan buat bikin terobosan baru.

bisnis mimpi uang

Katakanlah, karena semua bisa dijangkau melalui online, maka kita bisa bikin bisnis online kecil-kecilan. Kita bisa mencari uang dan mengumpulkan modal melalui online dengan cara bekerja pada perusahaan start-up atau mengikuti perekrutan kerja online. But, ngomong-ngomong soal perekrutan kerja online, kamu tahu nggak kalau ada yang namanya bisnis online dan bisnis jual mimpi?

Dua-duanya memang kelihatan sama, tetapi punya hasil, kualitas dan sistem kerja yang beda banget. Bahkan bisa dibilang ada unsur menipu dalam bisnis jual mimpi. Nah, biar nggak ketipu dengan bisnis sejenis itu, kamu perlu tahu cara membedakan keduanya.

1. Dari segi cara kerja

Bisnis online lebih mengutamakan sistem kerja yang transparan, konsisten, dan nggak memaksa sedikit pun, tetapi memang ada target tertentu oleh sebuah perusahaan. Biasanya sih kalau jadi pebisnis online itu harus siap bersaing dan tahan banting dengan para pembeli gitu. Apalagi yang kerjaannya PHP (pemberi harapan palsu).

Sedangkan bisnis jual mimpi itu biasanya suka ngasih iming-iming bakal kaya raya dalam sekejap, sukses tanpa modal, dan banyak ngeluarin pengorbanan. Bahkan paling parah ada yang disuruh menggadaikan barang-barangnya dengan alasan bakal dapet imbalan dua kali lipat. Kok enak banget ya kesannya? Namanya juga bisnis jual mimpi, yang dijual ya mimpi aja!

2. Desain dan konten dalam website

Bisnis online yang profesional, meskipun baru dirintis biasanya nggak bakal tanggung-tanggung, dibuat sebagus mungkin. Sampe orang bakal tertarik buat buka lalu baca dan rasa pengen tahunya muncul. Selain itu, bisnis online biasanya minim memberikan janji atau promo besar-besaran buat anggota yang mau bergabung karena dasar mereka memang pure ‘membentuk’ orang sukses secara mandiri.

Beda banget nih sama bisnis jual mimpi yang desain dan konten website-nya asal-asalan. Bahkan isinya cuma iklan doang! Udah gitu, biasanya juga nggak pake domain premium TLD karena memang sengaja dibuat hanya untuk meyakinkan calon anggota aja. Ya, lebih gampangnya, buat nipu calon anggota mereka gitu deh!

bisnis jual mimpi

3. Ada ‘downline

Wah, kamu pasti pernah denger istilah downline kan? Nah, bisnis jual mimpi juga sarat banget sama istilah ini. Jadi, kamu bakal direkrut, terus kalau kamu berhasil merekrut orang lain, keuntungan kamu bakal bertambah. Tentu aja hal-hal seperti ini sifatnya merugikan dan seharusnya nggak diizinin dalam hukum jual beli.

Sementara di dunia bisnis online secara konkrit nggak perlu menggunakan downline karena keuntungan yang diperoleh memang asli didapetin dari penjualan produk dan jasa. Jadi semua pekerja kedudukannya sama, cuma bedanya berapa banyak pelanggan yang beli produk mereka aja.

4. Biaya pendaftaran

Mau cari kerja kok malah disuruh bayar? Kalau kamu nemuin aturan kayak gitu, maka bolehlah dicek dulu karena biasanya bisnis jualan mimpi memang suka ngasih persyaratan biaya pendaftaran. Setelah itu, nggak ada bimbingan khusus gimana caranya berjualan supaya jadi orang sukses, melainkan hanya pemberitahuan singkat biar bisa laku.

Ketentuan seperti itu nggak bakal kamu temuin dalam bisnis online. Soalnya ya, bisnis online itu prospeknya jelas, bahkan para anggota punya kesempatan buat dibimbing dan diajak melangkah sukses bersama oleh owner-nya.

Karena bisnis jual mimpi zaman sekarang ngebet banget nyamain bisnis online terpercaya, maka kamu harus hati-hati! Jangan sampe mau jadi orang sukses di dunia online malah kena tipu.